Disclaimer

Isi dan artikel dari Blog ini tidak selalu karya asli dari pemilik atau kontributor pada blog ini.

Senin, 11 Juli 2011

Aspek-aspek Analisis Cuaca

Falling Star

Untuk melakukan prakiraan cuaca dapat ditinjau dari 3 (tiga) aspek yaitu :
  1. Proses fisika
  2. Luasan Obyek analisis
  3. Periode waktu
I. Proses Fisika


Dari proses fisikanya Sendiri dapat ditinjau dari dua aspek yaitu "Fisis" dan "Dinamis" 
  • Analisis suatu fisis dilakukan untuk memprakirakan daerah yang sempit dengan menggunakan hukum Thermodinamika, misalnya analisis sounding.
  • Analisis dinamis dimaksudkan untuk memberikan perkembangan-perkembangan perubahan cuaca pada skala luas (Mikro) dan pada umumnya lebih menggunakan Hukum persamaan gerak.


Dasar-dasar Analisa Cuaca

Acurite Indoor Humidiy Monitor Filosofi
Analisa yang dibahas dalam hal ini adalah kegiatan menganalisis fenomena cuaca yang ada di atmosfir, didasarkan pada hukum-hukum fisika sehingga dapat menemukan dan mengenali perubahan cuaca.

Dengan mengenali tanda-tanda atau sinyal-sinyal alam atau yang ditunjukan oleh parameter cuaca, kita akan dapat memprediksi kondisi cuaca yang akan datang.

Hal perlu diingat dalam menganalisa cuaca adalah bahwa obyek yang dianalisa dapat berubah fase dari gas menjadi cair/padat atau sebaliknya.
Oleh karena itu selain menggunakan hukum yang menyangkut gerak atau transfer energi juga menggunakan hukum thermodinamika.

Selasa, 07 Juni 2011

ALAT MONITORING KUALITAS UDARA


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melakukan pengamatan kualitas udara di Indonesia sejak tahun 1976. Dimulai dengan pengamatan SPM (Suspended Particle Matter) di kantor pusat BMG di Jakarta. Latar belakang pemantauan kualitas udara di BMKG adalah adanya program WMO (World Meteorogical Organization) yang terdiri dari :
  1. Global Ozone Observaring System (GO3OS) pada tahun 1950
  1. Background Air Pollution Monitoring Network (BAPMoN) tahun 1960Global Atmosphere Watch (GAW) dan GAW Urban Research Meteorology and Environment (GURME) tahun 1989.


Pengamatan kualitas udara dilakukan di stasiun-stasiun pemantau BMKG meliputi pengukuran konsentrasi debu (SPM), Ozon permukaan dan pengamatan Aerosol dilakukan di dua stasiun BMKG pusat dan GAW Kototabang. Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang (Global Atmosphere Watch) terletak di pulau Sumatera, berjarak 17 km arah Utara kota Bukittinggi. GAW Kototabang adalah salah satu stasiun GAW yang berada di dunia.



Gambar 1. Stasiun global yang ada di dunia.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Headlines